Home » » CINTA DAN KESUNYIAN 1 – 10 [KAHLIL GIBRAN]

CINTA DAN KESUNYIAN 1 – 10 [KAHLIL GIBRAN]



1
Cinta dan kesunyian bersemayam
dalam wujud kita
laksana air laut
yang pasang dan surut.
Dan cinta tak akan pernah
sanggup mengukur
kedalamannya sendiri
jikalau belum ditikam
oleh duri – duri sunyinya perpisahan.

2
Kasih sayang hati ibarat sebuah dahan pohon aras; bila pohon itu kehilangan salah satu dahannya, ia akan merasakan penderitaan tetapi tidak akan mati. Ia kan mencurahkan segala vitalitasnya untuk menumbuhkan dan mengisi tempat yang kosong.

3
Mintalah nasehat kepada manula, karena mata mereka telah melihat wajah tahun – tahun dan telinga mereka telah mendengar suara kehidupan. seandainya pun nasehat mereka tidak berkenan di hatimu, dengarkanlah mereka.

4
Bangsa Amerika adalah bangsa besar yang tidak akan pernah menyerah atau menjadi letih atau tidur dan bermimpi. Apabila mereka membenci seseorang, mereka kan membunuhnya dengan tidak menghiraukannya, dan apabila mereka suka atau menyayanyi seseorang, mereka akan senantiasa mempersembahkan kasih sayang.

5
Benarkah Allah yang menciptakan manusia, atau sebaliknya? Bukankah imajinasi adalah satu-satunya pencipta? Perwujudannya yang tampak jelas adalah dalam seni; sebab seni adalah kehidupan; yang tidak berarti apapun lainnya bila dibadingkan dengannya.

6
Aku seperti menghianati seniku sendiri seumpama aku meminjam mata modelku. Wajah adalah seperti cermin yang menggumkan, yang  senantiasa memantulkan batin jiwa; perkara sang artis adalah melihatnya dan mengarahkannya; jika tidak, ia tidak layak disebut artis.

7
Penampilan semuanya berubah-ubah menurut perasaan, begitulah kita melihat keajaiban dan keindahan di dalamnya, kenyataaannya keajaiban dan keindahan itu sesungguhnya tertanam di dalam diri kita sendiri.

8
Betapa banyak bunga yang tumbuh tanpa nemebarkan aroma semerbak semenjak kelahirannya! Betapa banyak gumpalan – gumpalan awan berkumpul di langit, tanpa mengandung hujan, tanpa menjatuhkan mutiara.

9
Hasratku selalu merasakan lapar yang kekal akan kasih dan keindahan, aku tahu mereka – mereka yang merasakan kelimpahan saja bukanlah apa – apa selain nelangsa, namun bagi rohku keluhan para kekasih jauh lebih menyejukkan daripada suara musik yang dimainkan dengan  alat musik.

10
Keberanian laksana puncak gunung merapi; benih ketergoyahan tidak akan pernah tumbuh di pinggir mulutnya.

0 comments:

Post a Comment